The Cycle: Frontier Review: Survival Penuh Strategi di Dunia Alien yang Memukau

The Cycle: Frontier: Survival Shooter yang Bikin Jantung Berdebar-debar

Bayangkan: Anda terjebak di planet alien yang dipenuhi sumber daya berharga, monster mengerikan, dan pemain lain yang siap menembak demi menggasak loot Anda. The Cycle: Frontier — game survival PvPvE besutan Yager Development — menghadirkan pengalaman high-risk, high-reward yang bikin tangan berkeringat. Tapi apa game ini lebih dari sekadar “Escape From Tarkov di luar angkasa”? Simak ulasannya!

Gameplay: Kombinasi Mematikan PvP dan PvE

Di Fortuna III, misi Anda sederhana: masuk, kumpulkan resource, dan kabur hidup-hidup. Tapi jangan salah — planet ini nggak main-main. Setiap match 6 pemain harus berburu Ore, melawan makhluk alien seperti Rattler yang gesit, sekaligus waspada terhadap Prospector lain yang mungkin menusuk dari belakang.

Yang bikin seru:

  • Sistem Ekstraksi: Anda bisa kabur kapan saja via dropship, tapi semakin lama bertahan, semakin banyak loot yang didapat. Siap ambil risiko?
  • Misi Dinamis: Kontrak dari faction seperti Korolev atau ICA menawarkan hadiah besar, tapi sering memaksa Anda ke zona berbahaya.
  • Pilihan Moral: Bekerjasama dengan pemain lain untuk bunuh boss raksasa? Atau khianati mereka untuk ambil loot sendirian?

“Bukan Cuma Loot & Shoot”: Progresi yang Memuaskan

Di balik gameplay kacau, The Cycle: Frontier punya sistem progresi yang ngangenin. Uang yang Anda kumpulkan bisa digunakan untuk:

  • Upgrade base camp dengan workstation (craft senjata eksklusif!).
  • Beli armor tier tinggi — meski harganya bikin ngos-ngosan.
  • Unlock cosmetics keren, seperti emote “T-Bag” setelah mengeksekusi musuh.

Tapi hati-hati: mati = kehilangan semua barang yang dibawa. Persis seperti Dark Souls-nya dunia survival shooter!

Visual & Suara: Alien yang “Hidup”

Fortuna III dirancang dengan detil mengagumkan. Hutan beracun dengan kabut neon, gua gelap yang hanya diterangi kristal, hingga badai pasir yang tiba-tiba mengubah medan — semuanya terasa immersive. Efek suaranya juara: derap kaki di rerumputan, raungan Crusher dari kejauhan, atau desing peluru yang nyaris mengenai kepala… Semua bikin Anda merinding!

Masalah? Tentu Ada…

  • AI Monster Kadang Aneh: Kadang Strider (musuh dasar) stuck di pohon atau diam saja saat diserang.
  • Grinding Berat: Upgrade tier akhir butuh puluhan jam — mungkin bikin pemain kasual kapok.
  • Server Issue: Di hari launch, antrian matchmaking bisa sampai 10 menit (katanya sudah diperbaiki, tapi siap-siap aja).

Verdict: Untuk Siapa Game Ini?

Jika Anda suka:

  • Permainan dengan tensi tinggi dan konsekuensi permanen.
  • Kombinasi PvE yang challenging + PvP yang tak terduga.
  • Eksplorasi dunia open-world dengan risiko nerve-wracking.

…The Cycle: Frontier layak dicoba. Tapi jika Anda lebih suka battle royale “casual-friendly” seperti Fortnite, siap-siap gigit jari!

Rating: 8.5/10
“Survival shooter dengan identitas unik — meski butuh polishing di beberapa aspek.”


Penutup:
Dengan update Season 2 yang menambahkan senjata eksotis dan event limited-time, masa depan The Cycle: Frontier terlihat cerah. Siap terjun ke Fortuna III? Ingat: di sini, yang lambat jadi makan siang! 🚀💀

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

404 Not Found
404
Sorry, the page you visited does not exist.
It may be that the access link is wrong or the file does not exist.